Mengenai Saya

Foto Saya
Nama saya Endang Moerdopo. Nama belakang itu nama orang yang mengukir hidup saya. Saya lahir tanggal 5 April 1968 di Yogyakarta. Menyelesaikan SD hingga SMA di St Ursula Jakarta, meneruskan study di Fisip Universitas Indonesia. Kemudian mengambil S2 di almamater dan fakultas yang sama. saat ini saya sedang melanjutkan studi doktoral, masih di jurusan, fakultas dan Universitas yang sama. Saya pernah terlibat dalam program Rehabilitasi dan Rekonstruksi BRR di Aceh pasca Tsunami, sekaligus menyusun thesis S2. Saya punya kegemaran lain di bidang kesenian, yakni menari dan menulis. Di bidang menari, saya dipercaya sebagai Wakil Ketua Kelompok kesenian Puri Gita Nusantara - yang diketuai Pak Permana Agung. Di dunia sastra, sudah beberapa tulisan saya hasilkan. Buku terbitan perdana saya berjudul PEREMPUAN KEUMALA, yang telah diterbitkan tahun 2008 oleh GRASINDO dan saat ini saya sedang menyelesaikan lanjutan dari novel PEREMPUAN KEUMALA. Nyanyi? jelas suka...., meski hanya untuk gumam sendiri. Traveling, baca buku, nonton pementasan, beberapa dari bagian kesenangan saya. Saya rasa ini dulu ya .... Best regards

04 Oktober 2008

Mengenang seorang MOERDOPO 3


15 Tahun kemudian, kujawab tulisan mas Wahyu Wibowo dengan goresan penaku, dalam sebuah acara peringatan kepergiannya....
Kubayangkan bagaimana rasa ibuku dalam usia rentanya, seorang diri bersama kami garuda-garuda buah cintanya....
"GARUDA TUAKU.......
Lereng gunung itu masih tetap pekat dan dingin.....
Dingin telah menyampaikan rindumu pada GARUDA CINTAMU ....
pekat juga telah menyampaikan rindumu pada GARUDA-GARUDA KECILMU....

KINI......

GARUDA CINTAMU masih disini.... masih tetap mencintaimu tanpa terbagi.....
Lihatlah kami saat ini....... GARUDA-GARUDA KECILMU dulu......
saat ini telah menjadi GARUDA-GARUDA PERKASA....
yang siap untuk terus menjaga GARUDA CINTAMU......
yang siap untuk mulai mengepakkan sayap, terbang tinggi melesat, menggantikan pertempuranmu .....
karena kami selalu.... punya kobaran apimu di dada.....
; kita tetap saling menyinta.....

( EM ; media 2005 )
Bapak dan ibuku....
adalah segalanya untukku.....