20 July 2013

Pesan untuk seorang sahabat…



Sahabatku…. Kutanyakan padamu…. Apa yang akan kamu lakukan… apabila tiba-tiba saja dirimu merasa seperti seorang diri… ?

Aaaaah …. Apakah tepat aku lontarkan pertanyaan ini padamu, karena kau memang telah memilih untuk hidup sendiri… heeeeem kurasa agak salah juga kutanyakan ini padamu… Karena memang kamu tidak membutukan sentuhan, tidak membutuhkan dekapan, dan pula tak membutuhkan ciuman hangat… 

Sahabatku…. Menjadi sendiri sebenarnya bukan hal yang baru untukku. 
Telah ku kenal rasa itu sejak aku harus terjun bebas, dalam usia yang sangat muda untuk menjalani hidup ini sendiri. Bersama bayi perempuan cantik yang harus kuisi perutnya, kuisi pikirannnya dan kuisi hatinya. 

Sambil pula aku harus berjuang untuk mengisi pundi, agar tetap tersedia sesuatu yang kukunyah esok pagi, agar aku dapat menukarnya pula dengan sekaleng biscuit untuk dapat mengisi perut bayi cantikku…

Sambil pula aku harus berjuang untuk mengisi kepalaku dengan berjuta ilmu pengetahuan, baik teori maupun praktis… agar aku dapat masuk dalam kompetisi bursa kerja, yang menetapkan standart pegawai seorang sarjana…

Sambil pula aku harus berjuang  untuk mengisi hatiku dengan cinta, agar aku dapat selalu menerima dan menjalani, apa yang harus kujalani dengan dada lapang… tanpa merasa telah melakukan sebuah pengorbanan…

Kini, tiba-tiba aku merasa letih…

Langkah kaki ini  kurasa kian panjang…

Tapi tetap harus kujalani sendiri…. Kuselesaikan sendiri…

Bayi cantik  itu kini sudah dewasa… dan jelas telah memiliki hidupnya sendiri…
Aku hanya bisa mengamatinya, memandanginya, menikmati keindahannya… dengan rasa penuh syukur. Tanpa mampu untuk menuntutnya agar lebih mengerti diriku….

Sahabatku…. Puluhan tahun aku terbang melayang seorang diri, menggenggam hati yang kering, cinta yang padam… dengan tumpukan kerinduan atas belaian tulus penuh cinta dan kecup hangat untuk bisa menyulut bara yang telah dingin dan padam. 

Masihkah aku layak untuk berharap…?

Kian hari… harapan itu kian pudar…

Langkahku kini kian terseok... menjalani pergantian hari dengan hampa... tanpa mampu berharap ….

Sahabatku…. Aku ingin sepertimu… dingin tanpa membutuhkan kehangatan, gembira tanpa membutuhkan dekapan dan bahagia tanpa membutuhkan sentuhan… kulihat kau begitu menikmati kesendirianmu, tanpa direpotkan dengan kebutuhan manusiawi sepertiku… Mampu kah aku menjadi sepertimu? 

Sahabatku… kau telah menghadirkan keceriaan untukku… telah menghadirkan kebahagiaan untukku… hari-hari berlalu dengan cepat dan penuh dengan tawa dan canda… penuh dengan cinta kasih Ilahi… aaaaah terima kasih….

Sahabatku… kurasa… akan lebih baik, bila aku tidak merepotkanmu dengan sakitku… dengan kebutuhkan manusiawiku… oleh karenanya… kukatakan padamu… kau adalah sahabatku… hingga akhir hidupku. Kau adalah bersih, kau adalah murni… pesanku  sebagai seorang sahabat, jagalah semua itu sesuai dengan pilihanmu. Aku akan selalu mendoakanmu….

Sahabatku… jangan takut… aku akan selalu mencintaimu sebagai seorang sahabat… Ijinkanlah aku pergi untuk bisa menikmati sisa hari… mentari telah memerah diujung barat sana… semua akan kuselesaikan sendiri… seperti janjiku pada suatu hari…. Aku mencintaimu, sahabatku…

21 Juli 2013











No comments: