24 June 2013

Kembang Kenanga, di selasar Kerkhof…



Saat langkah kaki menyusuri selasar peristirahatan…
Berlatar suara-suara dalam berbagai nada dari tuan dan puan mahluk yang terdampar disana…

Kembang Kenanga wangi, diselasarnya… Menarik langkah untuk menghampiri… Memetiknya sebagai sunting hias kepala… Aromanya rebak dari sela-sela kibaran helai-helai rambut… lepas terbawa angin…

Lanjut langkah kaki mengayun… menapaki selasar Kerkhof disiang hari… tetap ditemani suara-suara tuan dan puan … ada tangis, ada tawa ada alunan tembang kuno yang tak pernah dikenal manusia kini… ada pula gerakan tari yang gemulai menabraki nisan-nisan yang berjajar rapi…

Pertunjukan para tuan dan puan yang indah tak terperi… temani jejak kaki yang terus menerus berkelana…. Berpetualang tiada henti… Terbang tinggi… Menyelam dalam… mencari MAKNA hidup SEJATI…

Pencipta… adalah pencipta… dengan segala kebesaran dan kekecilannya… dengan segala kebenaran dan kesalahannya… dengan segala putih dan hitamnya….

Jejak langkah ini ternyata tetap harus diayunkan… saat hati telah terasa letih… ingin temukan bilik untuk sekedar meletakkan kepala… sambil rasakan semilir angin lembut yang membawanya terlelap ….

Tersadar… apakah akan demikian adanya… sedangkan ribuan tuan dan puan mahluk yang telah berkelana saja tetap berada disana… turut meramaikan kancah kehidupan mulai dari jaman batu hingga era gadget canggih luar biasa…. Ribuan tahun berkelana pun mungkin bertujuan sama… mencari bilik dimana dapat meletakkan kepala…

Kembang kenanga diselasar Kerkhof tepat disiang hari…
Iringi jejak langkah kaki kelana berpetualang tiada henti…
Ditemani aroma kembang dan gumam suara para penghuninya….

Kembang kenanga di selasarnya ….. Menyadarkanku…. Selasar yang harus ditapaki masih panjang….
Berarti perjalanan ini belum berakhir…


Medio, 24 Juni 2013
Mampang Prapatan.

No comments: