Mengenai Saya

Foto Saya
Nama saya Endang Moerdopo. Nama belakang itu nama orang yang mengukir hidup saya. Saya lahir tanggal 5 April 1968 di Yogyakarta. Menyelesaikan SD hingga SMA di St Ursula Jakarta, meneruskan study di Fisip Universitas Indonesia. Kemudian mengambil S2 di almamater dan fakultas yang sama. saat ini saya sedang melanjutkan studi doktoral, masih di jurusan, fakultas dan Universitas yang sama. Saya pernah terlibat dalam program Rehabilitasi dan Rekonstruksi BRR di Aceh pasca Tsunami, sekaligus menyusun thesis S2. Saya punya kegemaran lain di bidang kesenian, yakni menari dan menulis. Di bidang menari, saya dipercaya sebagai Wakil Ketua Kelompok kesenian Puri Gita Nusantara - yang diketuai Pak Permana Agung. Di dunia sastra, sudah beberapa tulisan saya hasilkan. Buku terbitan perdana saya berjudul PEREMPUAN KEUMALA, yang telah diterbitkan tahun 2008 oleh GRASINDO dan saat ini saya sedang menyelesaikan lanjutan dari novel PEREMPUAN KEUMALA. Nyanyi? jelas suka...., meski hanya untuk gumam sendiri. Traveling, baca buku, nonton pementasan, beberapa dari bagian kesenangan saya. Saya rasa ini dulu ya .... Best regards

15 Juli 2008

Katoer Bapak...

DESEMBER KEDUA TANPAMU

Sadarkah kau, bahwa Desember ini adalah Desember kedua tanpa kehadiranmu.
Aku tak tahu engkau ada dimana,
kata imam kau berada di tempat yang jauh lebih indah dari dunia ini.
Dari mana imam tahu, sedangkan ia sendiri belum pernah mati.
Tahukah kau, ibu kini sendiri
dikelilingi bocah-bocah centil yang pasti makan hati,
untuk lupakan kenangan indah bersamamu.
Desember ini adalah Desember kedua tanpa kehadiranmu.
tak ada lagi, balon-balon yang tergantung di ruang tengah untuk merayakan ultahmu,
dan yang pasti tak ada lagi pesta ulangtahun di Kukusan seperti waktu itu.
Aku tak tahu engkau ada dimana,
karena jawaban yang kudapat hanyalah sama...
entah itu dari ibu, dari kakak, dari sahabat, dari imam
bahkan dari orang gila sekalipun.
tapi aku telah siap untuk menghadapi
Desember-Desember lain yang pasti tanpamu
karena aku tahu pasti kau memang tidak akan kembali padaku lagi.

Narada, 18 Desember 1991
Endang Moerdopo

Medio, Minggu Kedua Januari 1992
Suara Karya Minggu, Halaman II

(Jadul...? Yup... karena saat ini aku sangat merindukan papaku... kutulis dengan tinta jingga karena ini warna kesayangannya....)